Karena hidup ga selalu manis, kadang asem, ampe ga ketulungan asemnya, kayak strawberry.
Tampilkan postingan dengan label Banjarsari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banjarsari. Tampilkan semua postingan
Senin, 08 Juli 2013
KKP Rehearsal
Setelah satu tahun ga nempuh Garut, hari Jumat kemaren (05/07/13), nanda, heru, tina, sama sarah akhirnya mutusin buat ke Garut, sekalian silaturahmi mau Ramadhan dan karena emang disana anak pak RW tempat nanda tinggal, mau nikah. Pertama nanda pikir, ke Garut itu rasanya cuma kayak berkunjung atau bahkan berwisata. Tapi.., yg nanda rasain beda, berasa pulang kampung, semua warga masih ingat sama kita, kita juga disambut baik.., layaknya emang warga sana yang lagi pulang kampung. Bahkan, saking dekatnya kami sama keluarga pak Kades, pas pertama nyampe rumah, bapak langsung cipika-cipiki sama kita, pas mau pulang juga, padahal waktu kita pamit pulang, bapak lagi ada di kantor desa dan disana banyak warga yg lagi ikutan siraman menjelang ramadhan.
Jujur, ke Garut itu ternyata bikin nanda berasa bener-bener pulang kampung, ketemu orang tua, saudara-saudara, dan yang paling bikin haru adalah banyak banget warga yang ngedo'ain kita sukses, dan bisa balik lagi ke Garut dalam keadaan sukses :) Kebetulan sekarang lagi ada yg KKP juga, dan mereka tinggalnya jauh dari rumah pak Kades. Bapak bilang kalau beliau sengaja ga mau nampung anak-anak KKP tinggal deket dengan rumah bapak karena bapak ga mau nanti ngerasa sayang sama mereka dan bakal keberatan ngelepas mereka pas mau pulang nanti. So sweet banget, maka dari itu.... entah kapan, nanda udah berniat buat berkunjung lagi ke sana, insyaAllah kalau nanti ada rezeki buat main ke 'Jawa' lagi, nanda mau ajak suami nanda buat ngejenguk keluarga bapak, dan nunjukin..kalau di Banjarsari nanda nemuin keluarga baru yang sebelumnya ga nanda sangka sama sekali bakal bisa sedekat ini :)
Label:
A-Z tentang Nanda,
Banjarsari,
Bayongbong,
Garut,
KKP
Sabtu, 08 September 2012
Yang tersisa dari KKP
Ini postingan beberapa foto KKP IPB 2012 di Desa Banjarsari, Kec. Bayongbong, Kab Garut
Sawah teraseri di Kampung Ciloa.
Petaniwati
Tukang Becak Alun-alun Kota Garut-Gedoeng Coklat Chocodot
Menuju ke Darajat Pass
Pengemis di Alun-alun
Mohon komentar dari temang-teman blogwalker semua yah, maklum fotonya jelek, masih belajar, hehe
Label:
Alam,
Banjarsari,
Bayongbong,
Foto.,
Garut,
Human interest,
Humanistic,
KKP
Kamis, 09 Agustus 2012
Surat Cinta untuk Desa Banjarsari II
Surat ku yang kedua cukup pendek, hampir sama dengan yang dahulu, memahami arti cinta dari Desa Banjarsari.
Cinta itu basah, mengapa?. Harusnya kamu ingat kalau kamu, sang buah cinta ayah bunda, berasal dari sesuatu yang basah, *ups
Cinta itu basah, seperti tanaman poskesdes yang tumbuh subur kalau ia basah.
Cinta itu basah, seperti mesin sanyo yang tiba2 menyala di siang hari dan membasahi lantai kamar mandi.
Cinta itu basah, seperti balong disamping rumah inap kami.
Cinta itu basah, seperti kolam dibawah plang SMP PLUS AL MOENIR yang menjadi penyambung cinta kami pada tanaman2 poskesdes.
Cinta itu basah, seperti air mata kami yang terkuras ketika teman kami sakit sepulang dari poskesdes.
Cinta itu basah, seperti hujan yang mencintai bumi lewat airnya. Tapi, sayang sekali desa Banjarsari, dia sudah lama tidak dibasahi hujan.
Cinta itu basah, seperti tisu yang kami basahi ketika lokakarya desa tempo hari.
Cinta itu basah, seperti hari ini, kami membasahi pipi gembil kami, baju kami, baju Bu Lurah, baju haifa, baju halfi, baju teh fitri, baju teh hani, baju bi imas, baju syifa, dan baju ibu-ibu tua didepan rumah kami.
Cinta itu ternyata basah, ketika bahagia kamu membasahi pipimu karna terharu, ketika sedih karna cinta, kamu juga menangis tersendu2, dan ketika kedua orangtuamu merasakan cinta, kamu pun dibuat melalui sesuatu yang basah, hehehe
Cinta itu basah, mengapa?. Harusnya kamu ingat kalau kamu, sang buah cinta ayah bunda, berasal dari sesuatu yang basah, *ups
Cinta itu basah, seperti tanaman poskesdes yang tumbuh subur kalau ia basah.
Cinta itu basah, seperti mesin sanyo yang tiba2 menyala di siang hari dan membasahi lantai kamar mandi.
Cinta itu basah, seperti balong disamping rumah inap kami.
Cinta itu basah, seperti kolam dibawah plang SMP PLUS AL MOENIR yang menjadi penyambung cinta kami pada tanaman2 poskesdes.
Cinta itu basah, seperti air mata kami yang terkuras ketika teman kami sakit sepulang dari poskesdes.
Cinta itu basah, seperti hujan yang mencintai bumi lewat airnya. Tapi, sayang sekali desa Banjarsari, dia sudah lama tidak dibasahi hujan.
Cinta itu basah, seperti tisu yang kami basahi ketika lokakarya desa tempo hari.
Cinta itu basah, seperti hari ini, kami membasahi pipi gembil kami, baju kami, baju Bu Lurah, baju haifa, baju halfi, baju teh fitri, baju teh hani, baju bi imas, baju syifa, dan baju ibu-ibu tua didepan rumah kami.
Cinta itu ternyata basah, ketika bahagia kamu membasahi pipimu karna terharu, ketika sedih karna cinta, kamu juga menangis tersendu2, dan ketika kedua orangtuamu merasakan cinta, kamu pun dibuat melalui sesuatu yang basah, hehehe
Published with Blogger-droid v1.6.6
Label:
Banjarsari,
KKP,
Lokakarya
Selasa, 07 Agustus 2012
Surat cinta untuk Desa Banjarsari
Cinta itu sederhana, sesedarhana kehidupan Pak Kades dan keluarga.
Cinta itu sederhana, bisa datang dr sepiring mi goreng, makanan pertama kami di desa ini.
Cinta itu sederhana, dia datang dr setoples kerupuk keni, sepiring perkedel kentang, atau porsi besar bakwan.
Cinta itu sederhana, dia datang dr timbangan biru yg membuat hati kami haru biru setiap kali menaikinya.
Cinta itu sederhana, dia jg datang dr motor plat merah yg sering kami pakai untuk membeli galon.
Cinta itu sederhana, dia datang dr laptop merah pak sekdes, mesin tik Pak Opik, tawa lucu Pak Apep, guyonan Pak Hadi, senyum tenang Pak Opik RT, tanda sholat Pak Aang, imtihan di madrasah Pak Haji Tosin,atau mungkin papan tenis meja, yg menyatukan semua perangkat desa.
Cinta itu sederhana, datang dr tawa lucu Haifa, cengengnya Halfi, atau persahabatan dr Teh Hani.
Cinta itu sederhana, dia datang dr batang beluntas yg sekarang mati
Cinta itu sederhana, dia datang dr Arfa, Marsya, Renia, dan Delia.
Cinta itu sederhana, dia datang dr kata 'kocak', 'kawawaw', 'nengtet'.
Cinta itu sederhana, dia datang dr yel-yel untuk Teh Fitri yg lomba cerdas cermat, datang dr syifa dan ingusnya yg setia menemani, datang dr kelembutan Bi Imas dan Mang Jajang.
Cinta itu sederhana, datang dr Sansan ganteng yg baru saja sakit gigi.
Cinta itu sederhana, datang dr jembatan yg semakin cantik.
Cinta itu sederhana, datang dr poskesdes yg menyimpan sejuta misteti.
Cinta itu sederhana, datang dr Alfamart yg sering kami kunjungi.
Cinta itu sederhana, namun kekuatan cintalah yg bisa meraih segalanya.
Cinta itu sederhana tp kuat, buktinya dia bsa menumpahkan air mata orang terhebat di desa ini ketika mendengar kata 'perpisahan'.
Cinta itu sederhana, bisa datang dr sepiring mi goreng, makanan pertama kami di desa ini.
Cinta itu sederhana, dia datang dr setoples kerupuk keni, sepiring perkedel kentang, atau porsi besar bakwan.
Cinta itu sederhana, dia datang dr timbangan biru yg membuat hati kami haru biru setiap kali menaikinya.
Cinta itu sederhana, dia jg datang dr motor plat merah yg sering kami pakai untuk membeli galon.
Cinta itu sederhana, dia datang dr laptop merah pak sekdes, mesin tik Pak Opik, tawa lucu Pak Apep, guyonan Pak Hadi, senyum tenang Pak Opik RT, tanda sholat Pak Aang, imtihan di madrasah Pak Haji Tosin,atau mungkin papan tenis meja, yg menyatukan semua perangkat desa.
Cinta itu sederhana, datang dr tawa lucu Haifa, cengengnya Halfi, atau persahabatan dr Teh Hani.
Cinta itu sederhana, dia datang dr batang beluntas yg sekarang mati
Cinta itu sederhana, dia datang dr Arfa, Marsya, Renia, dan Delia.
Cinta itu sederhana, dia datang dr kata 'kocak', 'kawawaw', 'nengtet'.
Cinta itu sederhana, dia datang dr yel-yel untuk Teh Fitri yg lomba cerdas cermat, datang dr syifa dan ingusnya yg setia menemani, datang dr kelembutan Bi Imas dan Mang Jajang.
Cinta itu sederhana, datang dr Sansan ganteng yg baru saja sakit gigi.
Cinta itu sederhana, datang dr jembatan yg semakin cantik.
Cinta itu sederhana, datang dr poskesdes yg menyimpan sejuta misteti.
Cinta itu sederhana, datang dr Alfamart yg sering kami kunjungi.
Cinta itu sederhana, namun kekuatan cintalah yg bisa meraih segalanya.
Cinta itu sederhana tp kuat, buktinya dia bsa menumpahkan air mata orang terhebat di desa ini ketika mendengar kata 'perpisahan'.
Published with Blogger-droid v1.6.6
Label:
Banjarsari,
KKP
Minggu, 05 Agustus 2012
Selamat Ulang Tahun Bu Kades
'Kalian perhatian banget sama Ibu, Bapak aja lupa kalo hari ini Ibu ulang tahun.' Kata Pak Kades sambil berkaca-kaca
Kalau dibandingin ama yg lain, mungkin KKP di Desa Banjarsari emang KKP paling yahuuudd, hehe
Secara ga terlalu jauh dr pusat Kota Garut, suhunya adem, daan yg terpenting adalah warga desanya yg ramah, baik, perhatian, dan ngehargain banget keberadaan kita disini. Tipikal warga desanya ternyata dicerminin dr Pak Kades sekeluarga yg baiiiiiiikk banget sm kita. Bayangin aja, ibu (istri bapak) setia masakin makan buat kta selama bulan biasa dan Ramadhan, bahkan klo ibu ga puasa jg kta tetep dimasakin buat sahur. Belum lg anak-anak beliau, udh kyak temen sendiri tp mereka tetep sopan ( づ ̄³ ̄)づ
Jadi, buat kenangan terakhir kita, dan mumpung ibu ulang tahun, kita ngajak bapak sekeluarga buka puasa bareng diluar, tapi karna beberapa hari lalu bapak lg sibuk dgn penurunan dana ADD dan PKH, kita jd sungkan ngajak bapak keluar, akhirnya kita mutusin buat mkan di rumah tp kita blnja makanan diluar, dan sekalian beli kue buat ibu. Pokoknya kita semangat bnget buat yg satu ini, brgkat jm 10an, ngambil tanaman buat poskesdes, trus ngaso dulu di Masjid Agung Garut sampe ba'da ashar -karna bln puasa disini toko mkanan bru buka jm 4an- beli chocodot dan ke ramayana. Pas nyampe di Ramayana Garut, kita udh kyak peserta uang kaget, grasa grusu kesana kemari, dan krna barang yg kita beli itu beda2 jenis dan tempat belinya, jadinya kita mencar2, ada yg bli ayam, bli kue, bli minuman, bli pizza ama nyarter angkot, hihihi.
Daaan kita maghriban dijalan. Pas nyampe rumah kita jg grasa grusu kya tim bedah rumah nyiapin mkanannya. Nanda terharu pas jama'ah sholat maghrib sm bapak, karna nanda lupa kpan terakhir -atau mungkin ga pernah- nanda sekeluarga sholat jama'ah (╥_╥).
Abis solat kita mkan, truus acara yg pling ditunggu adalah ngasih rainbow cake ke ibu, sebelumnya biar agak kerasa surprise gtu, nanda matiin kontak listrik yg depan rumah, hihi, dan sesuai ama yg udh kita bayangin, ibu ama bapak jd nangis plus Teh Hani jg ampe kejer pas bacain puisi buat ibu, dan yg pasti ketebak, kita jg pada mewek (>╭╮<)
Momen ulang tahun ibu emang paling pas, kita jg sekalian ngasih kenang2an buat bapak sekeluarga, sepanjang malem tggl 4 kmren -ga malem jg sih, cm ampe jm 8- bapa cerita bnyak ttg masa lalunya, ngasih wejangan yg ga bsa nanda tulis satu satu dsini.
Yang bikin nanda sedih, nanda iri, krna nanda ga pernah sebelumnya ngerasain hangatnya kumpul ama bapak sekeluarga, terlebig kalau 30 September nanti 'surat ungu' udah diajuin (╥﹏╥).
Tapi seengaknya nanda pernah ngerasain bahagianya ada dalam keluarga dgn formasi lengkap, walau tu bukan keluarga nanda sendiri.
Toh jg prinsip nanda, merantau itu tujuannya untuk menambah keluarga ( ´ ▽ ` ).
Oh ya, happy 17 monthversary sayangkuuuu, hehe.
Kalau dibandingin ama yg lain, mungkin KKP di Desa Banjarsari emang KKP paling yahuuudd, hehe
Secara ga terlalu jauh dr pusat Kota Garut, suhunya adem, daan yg terpenting adalah warga desanya yg ramah, baik, perhatian, dan ngehargain banget keberadaan kita disini. Tipikal warga desanya ternyata dicerminin dr Pak Kades sekeluarga yg baiiiiiiikk banget sm kita. Bayangin aja, ibu (istri bapak) setia masakin makan buat kta selama bulan biasa dan Ramadhan, bahkan klo ibu ga puasa jg kta tetep dimasakin buat sahur. Belum lg anak-anak beliau, udh kyak temen sendiri tp mereka tetep sopan ( づ ̄³ ̄)づ
Jadi, buat kenangan terakhir kita, dan mumpung ibu ulang tahun, kita ngajak bapak sekeluarga buka puasa bareng diluar, tapi karna beberapa hari lalu bapak lg sibuk dgn penurunan dana ADD dan PKH, kita jd sungkan ngajak bapak keluar, akhirnya kita mutusin buat mkan di rumah tp kita blnja makanan diluar, dan sekalian beli kue buat ibu. Pokoknya kita semangat bnget buat yg satu ini, brgkat jm 10an, ngambil tanaman buat poskesdes, trus ngaso dulu di Masjid Agung Garut sampe ba'da ashar -karna bln puasa disini toko mkanan bru buka jm 4an- beli chocodot dan ke ramayana. Pas nyampe di Ramayana Garut, kita udh kyak peserta uang kaget, grasa grusu kesana kemari, dan krna barang yg kita beli itu beda2 jenis dan tempat belinya, jadinya kita mencar2, ada yg bli ayam, bli kue, bli minuman, bli pizza ama nyarter angkot, hihihi.
Daaan kita maghriban dijalan. Pas nyampe rumah kita jg grasa grusu kya tim bedah rumah nyiapin mkanannya. Nanda terharu pas jama'ah sholat maghrib sm bapak, karna nanda lupa kpan terakhir -atau mungkin ga pernah- nanda sekeluarga sholat jama'ah (╥_╥).
Abis solat kita mkan, truus acara yg pling ditunggu adalah ngasih rainbow cake ke ibu, sebelumnya biar agak kerasa surprise gtu, nanda matiin kontak listrik yg depan rumah, hihi, dan sesuai ama yg udh kita bayangin, ibu ama bapak jd nangis plus Teh Hani jg ampe kejer pas bacain puisi buat ibu, dan yg pasti ketebak, kita jg pada mewek (>╭╮<)
Momen ulang tahun ibu emang paling pas, kita jg sekalian ngasih kenang2an buat bapak sekeluarga, sepanjang malem tggl 4 kmren -ga malem jg sih, cm ampe jm 8- bapa cerita bnyak ttg masa lalunya, ngasih wejangan yg ga bsa nanda tulis satu satu dsini.
Yang bikin nanda sedih, nanda iri, krna nanda ga pernah sebelumnya ngerasain hangatnya kumpul ama bapak sekeluarga, terlebig kalau 30 September nanti 'surat ungu' udah diajuin (╥﹏╥).
Tapi seengaknya nanda pernah ngerasain bahagianya ada dalam keluarga dgn formasi lengkap, walau tu bukan keluarga nanda sendiri.
Toh jg prinsip nanda, merantau itu tujuannya untuk menambah keluarga ( ´ ▽ ` ).
Oh ya, happy 17 monthversary sayangkuuuu, hehe.
Published with Blogger-droid v1.6.6
Label:
Banjarsari,
Garut,
KKP,
Rainbow cake,
Ulang tahun
Jumat, 03 Agustus 2012
Macaroni Schotel ala Bu Endah
Wah selama ramadhan nanda belum posting lg nih, hihi.
Kali ini nanda mau cerita ttg masakan lagi.
Bagi orang Sunda, pepes kayaknya udh jd makanan biasa, apalagi pepes tahu. Kalo dikampung nanda, pepes tu namanya 'ompok', dan yg biasa dibikin ompok itu ikan-ikan air tawar.
Nah, untuk yg pertama, kita kmren dimasakin pepes tahu, dalemnya pake kemangi jd rada anget2 gitu, hehe. Tp ada satu lg yg spesial dr pepes tahunya, Bu Endah masukin makaroni dlm adonan tahunya, abd thats so yummy, kayak macaroni schotel gitu, nih dia penampakan pepes tahu makaroni atau macaroni schotel ala Bu Endah:
Kali ini nanda mau cerita ttg masakan lagi.
Bagi orang Sunda, pepes kayaknya udh jd makanan biasa, apalagi pepes tahu. Kalo dikampung nanda, pepes tu namanya 'ompok', dan yg biasa dibikin ompok itu ikan-ikan air tawar.
Nah, untuk yg pertama, kita kmren dimasakin pepes tahu, dalemnya pake kemangi jd rada anget2 gitu, hehe. Tp ada satu lg yg spesial dr pepes tahunya, Bu Endah masukin makaroni dlm adonan tahunya, abd thats so yummy, kayak macaroni schotel gitu, nih dia penampakan pepes tahu makaroni atau macaroni schotel ala Bu Endah:
Published with Blogger-droid v1.6.6
Label:
Banjarsari,
Garut,
Kemangi,
KKP,
Macaroni schotel,
ompok,
Ramadhan,
tahu
Jumat, 20 Juli 2012
Darajat Pass, Wisata Pemandian Murah Meriah di Garut
Kebiasaan orang-orang di kampung Nanda adalah mandi balimau kasai sehari sebelum menyambut Ramadhan. Mandi Balimau Kasai itu udah kayak kewajiban bagi orang-orang di kampung Nanda. Ramuan mandinya itu ada beras yang di oseng ama kunyit, daun sereh, dan daun jeruk purut, bisa juga ditambahin daun-daun harum lainnya, tapi biasanya dirumah nanda pake itu. Pas berasnya udah coklat dan harum, berasnya digiling dan dinamain kasai. Guna beras ini sama kayak lulur gitu, trus ada air perasan jeruk purut sama jeruk nipis juga. Nah, pas ramuan mandinya udah jadi, kalo jaman dulu sebelum di setiap rumah orang ada jamban dan kamar mandi, orang-orang mandinya ke sungai rame-rame gitu. Tapi, karna sekarang air sungainya udah dangkal dan kehidupan udah maju tetep aja tuh sungai kampar masih rame buat mandi balimau kasai. Biasanya ga cuma orang kampung nanda yang nongkrong di sungai sehari menjelang puasa, tapi orang-orang dari kampung sebelah juga ikut ngeramein, lebih seru lagi karna biasanya ada lomba pacu sampan, hias sampan dan lomba benen. Oh ya, benen itu semacam ban dalam kendaraan besar kayak truk atau bis, di pake buat berenang di sungai kampar. Ukurannya benennya juga beda-beda tergantung ukuran badan, ukuran anggota keluarga dan ukuran dompet, hahah. Seumur-umur nanda cuma mandi balimau yang bener-bener nyebur sungai pake benen itu cuma sekali pas SD, kalo ga salah kelas 5 atau enam gitu, yang jelas waktu itu nanda udah cukup umur -menurut emak nanda- untuk mandi balimau di sungai. Selebihnya, nanda mandi di rumah atau main ke sungai tapi cuma dipinggir-pinggirnya aja, hehe. Lagian, pas lulus SD kan nanda udah di pesantren, menjadi wanita muslimah dengan motto hidup tidak akan berenang di sungai beramai-ramai, haha.
Keadaan tidak mandi balimau di sungai diperparah lagi karna di pesantren nanda ga pernah dapet puasa pertama di rumah, apalagi sekarang udah di Bogor dan apalagi puasa pertama ini nanda di Garut. Tapi untungnya Allah memberikan nanda hati yang kuat dan teman2 yang baik, jadinya nanda ga sedih walaupun nanda jauh dr rumah hehe.
Demi mengobati hati yang luka, mumpung di garut dan mumpung belum puasa, nanda jalan ama kelompok KKP nanda yang kece kece, hehe. Kita ke Darajat Pass, pemandian air panas baru di Garut, kecamatan pasirwangi kalo ga salah, hehe. Kalo dari desa Banjarsari tuh deket, tinggal naik angkot lewat Palnunjuk, jalannya menanjak rada serem, tapi pemandangannya subhanallah lukisan Tuhan yang sangat indah. Kanan kiri kita tuh perkebunan dataran tinggi gitu, jadi dari jauh tuh kayak petak2an warna-warni gitu. Karna letaknya di bukit, pas kita kesana jam 3an tuh udah turun kabut dan dinginnya pake aja. Dan, cuaca gelap bikin semangat foto-foto jadi suram ditambah lagi lensa kamera nanda ga bisa pake auto dan ga bisa nge-shoot jauh :(. Trus, disana ada kebun stroberi, tapi jauh di puncak darajatnya, karna kita lagi pengen banget main di kebun stroberi, kita bela2in naik keatas bukit yang terjal banget, daaaann pas diatas kebun stroberinya udh tutup karna udah sore :|, tapi untung pemandangannya masih bisa dinikmatin tapi ga lama kabutnya turun dan kita kalau diliat dari jauh tuh kayak deket awan :D. Tempat pemandian air panasnya ada beberapa blok gitu, tapi kita cuma sanggup ke blok paling bawah, abisnya tinggi, capek, haha. Walaupun nanda ga mandi karna ga bawa baju ganti dan emang ga mau mandi, nanda cukup seneng, karna ini adalah balimau versi nanda, balimau di waterboom. Gapapa jauh dari keluarga, karna prinsipnya..dengan merantau keluarga kita bakal tambah banyak, hehe.
nih beberapa penampakan waterboomnya: jalan ke kebun stroberi
kolam air panas, asepnya ngebuuull
waterboom air anget
di puncak bukit deket kebun stroberi
syudah mulai dingin sodara-sodarah
cak juo lah ughang di kampuong balimau di ai laki, yang pontiong den ala balimau di waterboom malope tarogak juo kampuong
Label:
Balimau,
Banjarsari,
Bayongbong,
Darajat Pass,
KKP,
Ramadhan,
Wisata
Kamis, 19 Juli 2012
Ayam Kemangi Bu Endah
Untuk kesekian kalinya nanda bersyukur karna dapet tempat KKP di Desa Banjarsari yang orang2nya subhanallah baik banget nget nget. Buktinya aja, 3 minggu disini nanda udah naik 2kg, hihi. Secara gitu disini makannya 3 kali sehari, walau cuma pake tahu, tempe, telor, kadang2 pake ikan tongkol dan lebih kadang-kadang lagi pake ayam, hehe.
Seinget nanda pas hari jum'at (13/7) tuh, sebagian kita kita abis nanem beluntas dan sebagian lagi ke posyandu. Pak Kades sepertinya karunyak ngeliat kita kecapean, jadilah bapak nyuruh Bu Endah masak nasi liwet, daaaaann enyak nasinya. Oh ya, sebelumnya nanda mau ngenalin, Bu Endah tu istrinya Pak Kades, beliau baik banget nget, masakin kita dgn penuh keikhlasan, dan ibunya enak diajak becanda, udah kayak mamah kita sendiri, hehe.
Yap balik lagi ke liwet, nasi ibunya enak, ditambah lagi waktu itu ibu masakin kita ayam kemangi sambel ijo, pedes2 enyak.
Nih dia penampakan ayam kemanginya:
Satu lg nih, pelengkap makan kita bernama kerupuk keni, mirip kyak taro tp berasa kentang2 gitu, nih dia penampakan kerupuk keninya:
Begini nih yang bikin Nanda betah tinggal di Garut, makmur sejahtera, hehe.
Label:
Ayam,
Banjarsari,
Bayongbong,
Garut,
Kemangi,
Kerupuk,
KKP
Senin, 02 Juli 2012
Kue Ali dan Paniaram
Kue ali dan paniaram dua-duanya adalah jenis kue pasar ala kampung yang alhamdulillah syudah pernah nanda makan. Tepatnya baru nanda makan beberapa jam yang lalu.
Hari keenam di garut baru berasa agak gabutnya. Setelah dua hari yang lalu nanda ngedatengin rumah adek-adek yang kena gizi buruk :'(. Trus hari ini dilanjut dgn bikin PPT buat likakarya di kecamatan bayongbong besok, hehe.
Seperti biasa, nanda selalu bersyukur atas kemakmuran yang nanda dapet pas KKP di Banjarsari ini. Homestay yang nyaman, teman-teman yang sekarang sudah bikin feel good, dan masakan bu lurah yang beda sama masakan emak tp tetap kerasa nikmat karna dimasak pake cinta juga :D.
Pas beres makan, kita biasanya langsung mabur ke rumah kayak orang abis makan di restoran. kebetulan rumah kita sama bu lurah deketan, pantat ketemu muka *plak. Jadinya kita kalau mau makan tinggal salto ke rumah ibu. Tapi, berhubung besok kita mau lokakarya, jadi sedikit ngobrol2 dulu sama pak lurah terkait apa yang mau kita sampein besok. tepatnya sih si heru yang banyak ngomong sama bapak. Nanda cerita sama bu lurah, mungkin karna mengingat nanda adalah satu-satunya anak sumatera dalam kelompok nanda, ibu jadi nanyain kenapa nanda bisa kuliah di IPB. Jadilah nanda cerita satu nikmat tuhan yang paling sempurna buat seorang anak kampung dari nanda, yaitu beasiswa full + uang saku selama 4 tahun masa studi dari departemen agama. Beasiswa untuk belajar di Universitas luar sumatera, yang bagi sebagian orang di tempat nanda untuk memimpikannya saja malu dan bagi nanda, kuliah di pulau jawa di salah satu universitas besar yang dikenal baik di dunia internasional itu adalah salah satu untuk melepaskan keluarga nanda dari stereotipe orang kampung kamseupay yang bodoh. Dengan beasiswa ini, banyak banget yang berubah dari kehidupan dari nanda. Cerita bersama bu lurah, membuat nanda kangen euforia bahagia 3 tahun yang lalu. Kangen masa perjuangan mengejar IPB, dan kangen bekal kue paniaram yang dibeli emak di pasar buat cemilan nanda di pesantren dulu.
Paniaram itu semacam kue dari santan dan gula yang digoreng sampai warnanya karamel. Nanti jadi mirip2 sama kue karamel gitu, ada rongganya dan pinggiran kuenya itu garing, enak. Secara orang ocu (salah satu stereotype di kabupaten kampar) sering menyamrkan huruf R dalam bahasa sehari-hari. Jadi kue ini dibaca paniagham. Huruf R diganti huruf Gha dalam hijaiyah.
Malam ini, pas abis dari pak lurah nanda diajak mampir ke rumah kang dera yang tepat disamping rumah bu lurah, tapi kita baru mampir sekali ini, hehe. Rumahnya kang dera itu ada usaha makloon penjahitan tas Alto. Waw juga sih nanda sama banjarsari. Seperti biasa, setiap bertamu kita hampir selalu disuguhin teh tawar anget atau air anget, dan kali ini kita disuguhin air putih anget. Beberapa menit kemudian, muncul sepiring kue kayak donat bantet tanpa meses dan krim berminyak dan warna coklat. Teman nanda yang orang sunda langsung tau kalau itu kue ali. Nanda penasaran karna temen nanda juga pernah cerita tentang kue ali yang ada di sunda. Pas dicoba, rasanya mirip banget sama paniaram tadi, banget mirip banget. Nanda agak waw karna nanda nemuin dua kue dengan formulasi sama ditempat yang berbeda. Ga tau kenapa, cuma nanda takjub aja bisa makan kue ali dan paniaram, kue adat dua kultur berbeda pulau, yang mungkin mengingatkan nanda sejauh manapun nanda merantau, nanda harus selalu inget ama kampung yang udah membesarkan nanda.
Seperti biasa, nanda selalu bersyukur atas kemakmuran yang nanda dapet pas KKP di Banjarsari ini. Homestay yang nyaman, teman-teman yang sekarang sudah bikin feel good, dan masakan bu lurah yang beda sama masakan emak tp tetap kerasa nikmat karna dimasak pake cinta juga :D.
Pas beres makan, kita biasanya langsung mabur ke rumah kayak orang abis makan di restoran. kebetulan rumah kita sama bu lurah deketan, pantat ketemu muka *plak. Jadinya kita kalau mau makan tinggal salto ke rumah ibu. Tapi, berhubung besok kita mau lokakarya, jadi sedikit ngobrol2 dulu sama pak lurah terkait apa yang mau kita sampein besok. tepatnya sih si heru yang banyak ngomong sama bapak. Nanda cerita sama bu lurah, mungkin karna mengingat nanda adalah satu-satunya anak sumatera dalam kelompok nanda, ibu jadi nanyain kenapa nanda bisa kuliah di IPB. Jadilah nanda cerita satu nikmat tuhan yang paling sempurna buat seorang anak kampung dari nanda, yaitu beasiswa full + uang saku selama 4 tahun masa studi dari departemen agama. Beasiswa untuk belajar di Universitas luar sumatera, yang bagi sebagian orang di tempat nanda untuk memimpikannya saja malu dan bagi nanda, kuliah di pulau jawa di salah satu universitas besar yang dikenal baik di dunia internasional itu adalah salah satu untuk melepaskan keluarga nanda dari stereotipe orang kampung kamseupay yang bodoh. Dengan beasiswa ini, banyak banget yang berubah dari kehidupan dari nanda. Cerita bersama bu lurah, membuat nanda kangen euforia bahagia 3 tahun yang lalu. Kangen masa perjuangan mengejar IPB, dan kangen bekal kue paniaram yang dibeli emak di pasar buat cemilan nanda di pesantren dulu.
Paniaram itu semacam kue dari santan dan gula yang digoreng sampai warnanya karamel. Nanti jadi mirip2 sama kue karamel gitu, ada rongganya dan pinggiran kuenya itu garing, enak. Secara orang ocu (salah satu stereotype di kabupaten kampar) sering menyamrkan huruf R dalam bahasa sehari-hari. Jadi kue ini dibaca paniagham. Huruf R diganti huruf Gha dalam hijaiyah.
Malam ini, pas abis dari pak lurah nanda diajak mampir ke rumah kang dera yang tepat disamping rumah bu lurah, tapi kita baru mampir sekali ini, hehe. Rumahnya kang dera itu ada usaha makloon penjahitan tas Alto. Waw juga sih nanda sama banjarsari. Seperti biasa, setiap bertamu kita hampir selalu disuguhin teh tawar anget atau air anget, dan kali ini kita disuguhin air putih anget. Beberapa menit kemudian, muncul sepiring kue kayak donat bantet tanpa meses dan krim berminyak dan warna coklat. Teman nanda yang orang sunda langsung tau kalau itu kue ali. Nanda penasaran karna temen nanda juga pernah cerita tentang kue ali yang ada di sunda. Pas dicoba, rasanya mirip banget sama paniaram tadi, banget mirip banget. Nanda agak waw karna nanda nemuin dua kue dengan formulasi sama ditempat yang berbeda. Ga tau kenapa, cuma nanda takjub aja bisa makan kue ali dan paniaram, kue adat dua kultur berbeda pulau, yang mungkin mengingatkan nanda sejauh manapun nanda merantau, nanda harus selalu inget ama kampung yang udah membesarkan nanda.
Label:
Banjarsari,
Bayongbong,
Garut,
IPB,
Kementerian agama,
KKP.,
Kue Ali,
Paniaram,
Story
Kamis, 28 Juni 2012
My Three First Day at Garut
Garut, adalah salah satu kabupaten di Jawa Barat yang jadi tempat tujuan KKP. Sebelumnya nanda ga tau banyak tentang garut, hehe. Atas saran susan, nanda milih garut sebagai pilihan KKP, padahal awalnya nanda pengen di Batam, dengan alasan abis KKP bisa langsung pulang, tapi ternyata Batam dicoret dari daftar pilihan tempat KKP. Nanda juga dari dulu pengen banget KKP di kalimantan, tapi karena waktu KKP yang mepet ke lebaran Idul Fitri, jadinya milih garut dengan alasan deket, ga terlalu panas, dan katanya orang disini ramah-ramah. Tapi, segimana kita milih tempat KKP, tetep aja keputusannya ada di tangan panitia, jadilah yang dapet Garut cuma nanda doang, dan dia dapet di Indramayu yang suhunya WAW.
Nanda sedih banget karena harus KKP, secara itu tinggal di kampung orang selama tujuh minggu, sekelompok dengan orang-orang yang baru kita kenalin beberapa minggu, jauh dari teman2, sahabat2, dan PACAR, huhuhu
Tapi, nanda berusaha buat nenangin diri sendiri, karena semua orang juga pasti ngerasa kayak nanda, dan KKP adalah kewajiban nanda untuk yang harus dijalanin. Wajib.
Akhirnya, hari yang menyeramkan datang juga, tanggal 26 Juni kemaren sekitar pukul 3 subuh kita berangkat ke Garut, nanda dianter sampai ATM center sama Mas Abror [:*]. Nanda sediiiiiihh T____T
Dan jujur pas itu nanda masih ga bisa senyum ketemu orang juga senyumnya masih kepaksa.
Nanda kira2 nyampe Kabupaten Garut sekitar jam 11an, trus penyambutan, trus ke kantor kecamatan bayongbong, nurunin barang2 dari bis dan disambut lagi. Abis penyambutan kita kenalan sama pak Kades, pak Sekdes, sama ajudannya yang nyetirin kita ke desa Banjarsari. Subhanalaah banget kita dianter, haha
Sampai di Kampung Ciloa. Kita langsung naruh barang di rumah Bu Lis, adeknya pak Kades yang sering pergi2, jadi rumahnya kita yang make, hehe.
Rumahnya enak, gede, adem, fasilitas udah lengkap, dan ibu Kades sama warga sini baik bangeeeeett. Jadi feel like home, hehe.
Di rumah Pak Kades kita dikasih makan siang trus cerita-cerita, ga lama trus kita balik ke rumah buat beres2 barang dan kita-sekelompok- ngobrol2 gitu, obrolan anak muda yang ga pernah lepas dari pacar, galau, berbunga, dan bahagia. haha.
Malemnya, sekitar abis isya, kita ikut ke Imtihan (arti bahasa arabnya sih ujian, tapi orang sini make istilah itu buat pembagian raport anak madrasah) sekalian pengajian isra' mi'raj. Daaaan itu lama banget ampe jam 11an, nanda udah berkali-kali ketiduran di tembok, mana disana orang desanya syelalu ngerokok :(. pas udah mau beres, kita makan lagi, makan sate kambing sama sayuuur, hehe
Pas pulang, nanda udah tepar, abis isya langsung bobooo :)
Next Day, pagi2 sekitar jam setengah enam nanda udah bangun, dingiiiiiiiiiinn bangeeett, abis wudhu tuh mukanya berasa bekuu :|, solat subuh, trus lanjut beberes rumah karena kata mama, asal kita banyak gerak ga bakal kerasa dingin, hehe. Pas udah agak terangan, kita didatangin sama Pak Kades dan Pak Kades desa sebelah, kita cerita2 tentang latar belakang kita dan masalah yang ada di desa sini. Alhamdulillah, ternyata kedatangan kita disambut baik dan diharapkan banget bisa ngebantu di desa ini.
Pas bapaknya udah pulang, kita siap-siap buat berangkat ke kantor desa. Awalnya kita mau jalan kaki aja sekalian cari makan, tapi karena pak Kades kita baiknya Subhanallah, kita di tumpangin di mobil pak Haji sampai kantor desa. Sampai disana kita lagi-lagi disambut sama perangkat desanya, ngobrol2, dan foto2, hehe.
After that, kita ngerasa laper banget, dan jadilah kita pergi ke luar, pasar apa gitu lupa namanya dengan naik angkot, ga ada beda ya ama di bogor, hehe, kita motokopi buku profil desa dan dilanjut makan di warung sana, yay. Abis makan kita pulang dan dan mampir ke alfamart, hehe.
Diperjalanan pulang kita foto2 dan pas sampe di rumah pak kades, kita disuguhin makan siang pake telor ceplok sama sayur tahu, hehe.
Menjelang sore, kita ngobrolin program dan ba'da ashar, si heru ama sarah pergi ke luar ngambil fotokopian dan beli sendaal, hehe. karna si Heru lagi ga ada, jadi nanda bebas buka kerudung dan bisa keramas juga akhirnyaaaa, hoho.
Pas Heru balik, itu udah maghrib, kita sholat dan ba'da sholat kita pergi ke rumah pak Kades karna kita mau diajak ke rumah2 ketua RW disekitar sini sama makan malam. Makan malemnya enak, ada kerupuk keni (semacam taro tapi bumbunya ga lebay), perkedel kentang yang enyak banget, sama capcai, hehe.
Beres makan, kita ke rumah pak haji Tosin, disana kita disuguhin makanan lagi, tepatnya jeruk siem, kacang bulu, sama pisang, hmmm.
Beres dari rumah pak haji, kita mampir bentar ke anak madrasah yang lagi latihan nyanyi buat acara imtihan. Terus kita lanjut ke rumah pak RW, disana lagi-lagi kita disuguhin jeruk konde sama es kacang ijo. Makan muluuu, hehe.
Pas balik juga nanda langsung bobooo..
Hari ini, nanda bangun di jam yang sama kayak kemaren, tapi untungnya nanda udah ga ngerasa begitu dingin, jadi enak-enak aja. Beres subuh, nanda minum ceremix trus kita ke rumah warga lagi, pak haji siapa gitu nanda lupa, haha.
Kita ngobrol2 dan pas nanda masuk ke ruang tamunya, nanda ngeliat ada kitab tafsir ibnu katsir dan beberapa kitab lainnya. jadi keinget dulu pernah bersahabat ama kitab-kitab itu. Demi PDKT, nanda tanya ke bapak itu tentang kitabnya, trus bapaknya langsung berdiri ngambilin kitabnya dan ngasihin ke nanda. hahaha.
Agak malu yaa, tapi nanda jadi kangen belajar kitab lagi, pengen belajar bahasa arab lagi :'(. Oh ya, disana kita juga disuguhin kacang bulu ama sale pisang, hehe.
Pas beres dari rumah bapak, kita ke sawah, sawahnya luaaaaaaaasss banget, dikelilingi gunung gitu dan adeem, kayak di tipi-tipi. Pastinya ga pernah lupa buat foto2 lah yaaa, hehe
Pas beres dari sawah, kita pamit pulang sama pak haji, salaman dan pas nanda nyalamin tangan bapaknya, beliau ngusap-ngusap pala nanda, terharu :(
Di perjalanan pulang, kita ngelewatin rumah warga yang lagi ada acara aqiqahan, jadilah kita diajak mampir dan makan semur kambiiing plus perkedel kentang, yummiiie :D
Trus kita pulang, mampir ke rumah pak kades lagi, trus kita dikasih makan -lagi-, hahaha. Tapi karna masih kenyang, nanda diem aja ga makan, daaaann ketiduran di sofa. Emang pelor yah, haha.
Yup, cukup segitu dulu buat hari ini ni dia beberapa penampakan selama KKP.
kacang buluuu :)
sawahnya tadi
ini sayaaa :D
ama temen kelompok dan perangkat desa (dari kiri ke kanan): Nanda, Tina, Intan, Heru, Karin, Sarah.
Label:
Banjarsari,
Bayongbong,
Garut,
IPB,
Kacang Bulu.,
KKP
Langganan:
Postingan (Atom)










