Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 November 2015

AKULTURASI BUDAYA DI BAGAN SIAPIAPI


     Bagan Siapiapi merupakan  sebuah kota kecil di Kabupaten Rokan Hilir. Pada era kepemimpinan Bupati Annas Ma'amun (kini Gubernur Riau 2014-2019 non Aktif), dilakukan perubahan yang cukup signifikan di Kabupaten ini, yaitu revolusi bangunan perkantoran dan pelayanan publik dengan desain arsitektur atap kubah. Sejak saat itu, Bagan Siapiapi dijuluki sebagai Negeri Seribu Kubah.

     Kali ini Nanda belum bercerita banyak tentang arsitektur bangunannya, tetapi tentang Akulturasi Budaya di daerah tersebut. Berdasarkan data BPS 2011, jumlah populasi etnis Tionghoa di Indonesia sebanyak 2.832.510 orang dimana sebaran etnis tionghoa suku Hokkian di daerah Riau dan Kepulauan Riau termasuk dalam daerah dengan sebaran etnis Tionghoa yang signifikan.

     Jumlah yang banyak tersebut lantas tidak mempengaruhi budaya melayu asli di Bagan Siapiapi, begitupun sebaliknya. Sebagai pendatang, masyarakat Tionghoa tetap memegang teguh budaya dari nenek moyang mereka.  Saat perayaan ritual bakar tongkang / Go Cap Lek , etnis Tionghoa sangat khidmat dalam euphoria yang sudah menjadi agenda tahunan Visit Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir. Begitupun saat menjelang hari Raya Idul Fitri, masyarakat muslim pribumi tetap leluasa melaksanakan pawai dan takbiran di setiap jalanan di Bagan Siapi-api. Pada kehidupan sehari-hari pun begitu, Adzan masih terdengar syahdu di masjid, dan tabuhan gong dan bau dupa/kemenyan tetap lekat.

     Foto dibawah ini, merupakan salah satu contoh akuluturasi budaya melayu dan Tionghoa dimana aksara arab melayu masih dilestarikan dan aksara Tionghoa tidak terlupakan, model penulisan billboard seperti ini juga dapat dijumpai pada sebagian besar marka nama jalan di Bagan Siapiapi. kedua budaya hidup berdampingan tanpa menghilangkan ciri khas dari masing-masing budaya. 

Senin, 27 Oktober 2014

Happy Blogger Day!!

Kalo ngomong soal blogger day, rasanya ga klop aja sih kalo ga ngeblog.
Yaaahh, walaupun nanda bukan blogger professional yang bisa ngasilin uang lewat blog, pada dasarnya nanda suka ngeblog karena nanda bebas buat curhat.
Padahal, dulu nanda buta banget ama dunia blog karena pertama kali ngeblog pas kuliah, hehe
Sebenernya nanda emang suka curhat kayak di diary gtu, cuma karena perkembangan zaman dan misi go green, buku diarinya dipindahin ke blog.
Well done, walaupun isi blog ini cuma sampah merampah isi hati gadis galau aja, nanda masih berani bermimpi someday postingan2 di blog ini bisa jadi buku atau paling gak bisa dibaca sama anak cucu nanda nanti :)

Happy blogger day semuanya, jadilah blogger yang baik, promosikan identitas mu dan negara mu lewat blog :D