Karena hidup ga selalu manis, kadang asem, ampe ga ketulungan asemnya, kayak strawberry.
Jumat, 16 November 2012
Masih ingat tentang 'Drug Trafficker dari Cianjur'?
Ya, Drug Trafficker dari Cianjur merupakan bacaan pertama di praktikum Sosiologi Umum TPB IPB. Oh ya, sebelumnya nanda mau cerita, buat yg non IPB dan belum tau kalau di IPB, setiap mahasiswa tingkat 1, atau TPB dapat yang namanya mata kuliah sosiologi umum. Kebetulan, nanda pernah jadi asisten di praktikum Sosiologi Umum :). Mata kuliah itu bertujuan buat ngasah kemampuan analitis anak-anak baru. Karena memang, IPB terkenal dengan kompetensi analitikalnya. cieee.
Jadi, di mata kuliah itu, kita dikasih beberapa teori tentang sosiologi, nah..nanti di praktikumnya kita bakal ngebahas teori itu dengan isu yang ada. Untuk teori pertama, kita dikasih rambu-rambu kalau sosiologi itu merupakan 'suatu sudut pandang'. jadi bukan ilmu yang menjustifikasi secara mutlak, melainkan atas beberapa pertimbangan berdasarkan sudut pandang orang yang menjustifikasi tersebut. Jadi, kita bisa aja bilang kalau koruptor itu bersalah, kalau kita memandangnya dari sudut bahwa si koruptor ini ditekan oleh keluarganya untuk melakukan korupsi, tapi jelas aja kita bakal bilang koruptor itu salah karna kita memandang itu sebagai tindakan yang tidak bermoral.
Oke balik ke Drug Trafficker tadi, drug trafficker dari Cianjur merupakan artikel yang bercerita tentang lika liku hidup si Meirikan Franola alias Ola. Setelah lulus dari SMA, dia merantau ke Jakarta dan jadi DJ. Nah, karna kehidupan malam yang serba bebas, akhirnya Ola melahirkan seorang anak laki-laki, namanya Eka Prawira. Ola membesarkan eka tanpa bapak loh, dan Ola tetap bekerja jadi DJ bahkan sampai ke Bali, uwooww.
Ola pun ga galau lagi, karna dia udah ketemu WN Nigeria bernama Tony, awalnya Tony ngaku punya bisnis pakaian jadi, dan sejatinya laki-laki adalah tukang gombal, Ola pun jadi tergoda sampe akhirnya mereka cohabit dulu baru nikah di Cianjur. Lama kelamaan, belangnya Tony ketahuan nih, dia ternyata temparmen karna suka mukulin Ola bahkan nyulut bada Ola pake api rokok. Tapi, katanya Ola tetap cinta ama Tony. Ga cuma itu, setelah anak pertama mereka (berarti anak keduanya ola) lahir, Tony ketahuan kalo ternyata dia bukan pebisnis pakaian jadi, tapi seorang bandar narkoba, bahkan anggota jaringan sindikat narkoba internasional. Cerita punya cerita, akhirnya Ola keikutan dalam lubang hitam per-narkoba-an. Awalnya Ola cuma disuruh jadi kurir, tapi lama-lama dia juga jadi drug trafficker alias pengatur lalu lintas narkoba, jadi Ola yang nyari-nyari jalur aman buat ngedarin narkoba.
Mereka juga akhirnya makin kaya dari bisnis narkoba, karna sekarang mereka udah ngajak dua saudaranya Ola, Deni dan Rani yang 'terpaksa' ikut juga karna terlilit hutang ke Tony. Untungnya, aksi mereka ketahuan ama polisi, awal tahun 2003, Ola, Deni, Rani ketangkap di Bandara Soeta, waktu itu mereka mau bawa narkoba ke London. Sedangkan Tony, udah tewas tertembak polisi. Ola pun dijatuhi hukuman mati.
Lenyap, kisah Ola pun tenggelam oleh banyak isu lain di Negeri ini, sampai kemarin (baru-baru ini maksudnya) Presiden SBY memberikan grasi alias keringanan hukuman dari hukuman mati menjadi seumur hidup atas pertimbangan kalau Ola punya 3 anak yang harus dia rawat. Tapi sayangnya, Ola ga tobat2 juga, mungkin temen2 ada yang tau berita tentang wartawati dan suaminya yang seorang WNA juga tertangkap polisi karna menyelundupkan narkoba, dan mereka berdua adalah kurirnya Ola. Nah loh, dari dalam penjara aja Ola bisa ngendaliin lalu lintas narkoba, gimana nanti kalau dia jadi dikasih grasi dan bebas. Kalau pertimbangannya adalah anak-anak Ola, nanda rasa itu ga fair, karna belum tentu dalam pengasuhan Ola, anak-anaknya jadi orang baik. Trus gimana dengan nasib jutaan anak muda yang make narkoba, ga dipertimbangin tuh??.
Meski nanda cuma silent reader tentang isu hukum negara, tapi menurut nanda pemberian grasi merupakan keputusan yang nunjukin kalau hukum kita ga lagi buta, hukum yang katanya ga pandang bulu seolah-olah cuma jadi slogan aja. Jadi, mewujudkan negara yang adil dan taat hukum mungkin cuma mimpi aja buat negara kita, kalau grasi-grasi dan remisi masih diberikan untuk penjahat-penjahat negeri ini.
Label:
Grasi,
Kritik itu Boleh,
Ola,
Politik,
SBY,
SKPM IPB,
Sosiologi Umum,
TPB-IPB
Sabtu, 10 November 2012
Defungsionalisasi Guru. Mengupas Fakta Kurikulum Pendidikan Indonesia
Saat ini, kurikulum pada sekolah formal, seperti sekolah dasar menggunakan kurikulum yang menganut metode 'Student Center Learning' atau nama lain yang dalam implementasinya meminta atau bahkan memaksa peserta didik untuk belajar mandiri. Metode tersebut ternyata telah merubah bahkan mengurangi fungsi guru sebagai tenaga pendidik. Hal ini dikarenakan didalam kurikulum tersebut guru hanya membacakan pembukaan satu bab mata pelajaran, selebihnya siswa yang harus belajar sendiri dan menyelesaikan permasalahannya. Siswa kebingungan, orangtua pun 'menambah' jam belajar anak dengan mencarikan guru les untuk menunjang agar anak bisa memahami pelajaran dengan baik. Kegiatan les tersebut dianggap sebagai peluang bisnis bagi sebagian besar orang pintar. Harusnya, jumlah bimbingan belajar yang semakin banyak, baik yang resmi sebagai lembaga maupun tidak resmi menjadi catatan bagi dewan sekolah bahwasanya sekolah tidak lagi berfungsi untuk mendidik anak, melainkan hanya lembaga yang melayani legalisasi ijazah dengan masa tunggu enam tahun.
Lalu, apa tugas guru, bukankah didalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan tepatnya pada BAB XII Pasal 171 ayat (2) sudah menjelaskan bahwa guru merupakan pendidik profesional yang bertugas untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Namun pada kenyataannya, guru hanya membacakan sedikit materi tanpa penjelasan rinci apalagi contoh, tanpa pengarahan dan bimbingan peserta didik kemudian diminta menyelesaikan soal-soal yang kemudian dinilai dan guru bisa 'menghakimi' setiap muridnya sebagai anak yang bodoh karena salah dalam menjawab soal, anak yang pintar karena mendapat nilai 90 , anak yang malas karena lupa mengerjakan pekerjaan rumah, dan anak yang rajin karena mengumpulkan tugas tepat waktu. Padahal, tanpa disadari, penghakiman tersebut akan menempelkan label pada peserta didik yang membuat mereka akan kehilangan semangat belajarnya.
Sebagian besar mungkin melupakan atau terpengaruh dengan tuntutan kurikulum yang ada, sehingga banyak yang berminat menjadi guru, dengan alasan klasik 'Guru itu selalu dibutuhkan dan aklau sudah PNS hidupnya akan terjamin' . Tetapi, lupakah kita akan tanggung jawab untuk mengayomi peserta didik kita, mengajarkan nilai-nilai kebaikan secara jelas, dan mempersiapkan anak kita untuk mampu menghadapi tantangan kehidupan masyarakat yang semakin mengarah kepada kuadran amoril. Tugas guru bukan hanya memberikan soal-soal olimpiade sains, tanpa menunjukan eksperimen ilmiah dan alasan yang jelas terkait bukti-bukti ilmiah yang harus dijawab dengan benar oleh anak. Terlebih untuk anak sekolah dasar, fungsi guru seharusnya menanamkan rasa percaya diri pada anak untuk terus belajar meski 'salah' sehingga anak akan cinta kepada ilmu pengetahuan, memiliki rasa ingin tahu dan tidak takut lagi untuk datang ke sekolah.
Bukan salah guru, bukan pula salah pihak sekolah atau pemerintah yang membuat kebijakan kurikulum, tidak ada yang perlu disalahkan. Karena, sekarang saatnya kita membuka mata kita, mengapa anak-anak kita takut dan tidak bersemangat ke sekolah, mengapa anak kita kurang menghormati guru lagi, mengapa anak kita lebih menyukai hari libur daripada hari sekolah. Saatnya kita mulai menyadari dan kembali kepada esensi pendidikan seperti yang diutarakan oleh Ki Hajar Dewantara bahwa pendidikan berguna untuk mengeluarkan manusia dari kebodohan dan memberdayakan mereka. Apa jadinya kalau anak-anak kita tidak mau lagi sekolah hanya karena 'takut' dengan guru?. Apa jadinya kalau guru tidak lagi dipandang sebagai 'Pahlawan tanpa tanda jasa?' di mata peserta didik. Apa jadinya kalau guru hanya dipandang sebagai PNS atau pegawai sekolah yang menyebalkan dan membawa kesulitan?. Masihkah kita diam?.
Saatnya Merah Putih Berkibar, Saatnya Indonesia Maju melalui Pendidikan.
Postingan Tersingkat,Tanpa Judul, Tanpa Label
Yah, walaupun keteteran, ujian tadi tu hasil usaha. Ga kerasa udah sampai sejauh ini, perasaan baru kemaren pre test sebelum matrikulasi, eh sekarang udah UTS terakhir di IPB, jadi 'mahasiswa'nya tinggal enam minggu lagi. Berikutnya jadi peneliti.
Mungkin ada artinya tadi malem mimpi emak ampe dua kali, mungkin emang udah waktunya segera pulang kerumah dan ga merantau lagi.
Senin, 05 November 2012
Welcome back my EFS 18-55mm
Sekitar bulan April 2012 kemaren, kamera nanda rusak. Hah, lensanya error, dan ada perintah kalo lensanya kudu dibersihin karna kotor. Nanda pikir itu ga masalah, Cuma kotor doang karna emang dari pertama beli nanda ga pernah ngebersihin kameranya secara ‘profesional’. Hehe
Tapi, ga taunya, semakin hari semakin parah, dia ga bisa ngejepret kalo cahayanya ga pas, entah itu terlalu terang atau gelap, ga bisa ngejepret klo jarak lensanya dibawah 24mm. Harus diatas itu atau kadang sekitar 32mm tapi ga bisa nyampe mentok ke 55mm, yaa jadi intinya lensa nanda kayak lensa fix aja, ga bisa diatur jaraknya. Lebih parah lagi, kameranya juga ga bisa ngambil fokus sendiri atau autofocus, jadi nanda harus make manual terus kalo mau moto, dan tentunya mata silinder nanda ga bisa diajak kerjasama karna nanda ga tau gambar yang ga burem secara objektif itu gimana. Keadaan kayak gitu bertahan ampe nanda KKP, yaah foto-foto di KKP itu kayaknya keliatan bagus karna emang pemandangannya yang bagus, hoho. Sampe akhirnya nanda mutusin buat ninggalin kamera nanda di datascript buat di servis, tapi pas nanda ke sana, abang ganteng di electronic citinya , malah bilang kalo ini emang lensanya yang rusak total, ganti aja mbak pake lensa yang udah ultrasonic, lebih awet. Terang aja si abang ganteng nawarin yang itu, secara harga lensanya mahal -__-‘’ yaa nanda harus nabung berbulan-bulan buat beli lensa semitele yang ultrasonic. Gila aja, duit nanda ga Cuma buat beli lensa, lagian kan nanda masih amatiran banget, jadi ga butuh-butuh banget karna yang nanda butuh tu macbook air, *loh, haha.
Sampai akhir Oktober kemaren, semakin banyak orang yang nanyain kamera nanda kemana, dan nanda Cuma jawab lagi rusak, kalo ente punya duit buat bayarin ane baru bisa beli lensa, hehe. Trus nanda jadi inget kaskus, yah kaskus the largest Indonesian community, hehe. Dulu nanda dapet tripod disana, dan nanda penasaran nyuruh ka abror nyari tempat servis lensa dan waaaaww ka abror nemuin tempat servis lensa di daerah tebet barat. Katanya ini trusted banget karna banyak yang ngasih testimony kalo tempat servis agannya bagus, murah, plus ada garansi enam bulan. Ga pikir panjang, pas awal November, berbarengan dengan living cost CSS MoRA IPB untuk 3 bulan baru turun, nanda sms agannya, daaaaann ngebalesnya ramah dan cepet banget, bahkan agannya nawarin buat ngejemput nanda di cawang, tapi karna ramean dan ga enak ama agannya kita lebih milih jalan kaki karna emang di google map ga begitu jauh. Jadinya nanda ke Jakarta ama ka abror ama ka salman naik kereta. Tempatnya ga jauh dari stasiun cawing dan lumayan gampang dicari. Tinggal keluar stasiun cawang trus ke halte busway tebet apa gtu yang deket KAO nanda lupa namanya, pokoknya dia halte setelah halte busway stasiun cawang. Nah dari situ ambil jalan pintas di gedung kantoran ampe ke gedung parkirnya, dari situ lurus aja dikit nemu gang yang rada gede disebelah kanan trus belok deh, ga ada berapa rumah, rumah si agannya ketemu deh. Oh ya, pas kita kebingungan nyari rumah agannya, dia nelpon kita buaat nunjukin jalan ke rumahnya, oh agan yang so sweet :D.
Agan skuer nama gaulnya, jadi agan ini nyervis kameranya cuma dirumah doang tapi kereeeenn, agannya dapet kiriman servis lensa dari sabang sampai merauke, dan untuk sparepartnya agan skuer langsung beli dari canonnya. Kita nyampe sana sekitar jam 12an kurang mendekati zuhur, karna hari itu jumat, kita tinggalin kameranya di rumah agan dan pria-pria tampan yang nemenin nanda tadi solat jumat. Pas mereka beres jumat, kita ke tempat agannya lagi dan servisnya udah selesai, langsung dicoba dan oke, nanda bisa pake lensa di skala berapa aja, asal ga lebih dari 55mm, hehe. Dan bisa autofocus, uyeee. Cuma 250rb nanda udah dapet ager-ager pink buat ngebersihin lensanya ama kain lembut gitu.
Jadi, kalo ada yang mau ngebenerin lensa ke agan skuer aja, bisa dateng langsung bisa dikirim
Rabu, 31 Oktober 2012
Lomba Blog Wisata dan Budaya
ASEAN Blogger Community Chapter Indonesia bekerja sama dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kerja Sama ASEAN dan Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, pada tanggal 13 Oktober 2012 telah menyelenggarakan rangkaian kegiatan sosialisasi, diskusi, pemutaran film, dan pameran hasil-hasil lomba gambar dalam rangka peringatan HUT ASEAN ke-45. Tema Diskusi Budaya dan Wisata Indonesia ditujukan untuk mempromosikan berbagai budaya Indonesia kepada para komunitas blogger Indonesia, sebelum disebarluaskan kepada komunitas blogger di seluruh negara anggota ASEAN.
Diskusi Budaya dan Wisata bertempat di PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DEPARTEMEN LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA JL. Sisingamangaraja No. 73 Jakarta Indonesia. Adapun Rangkaian kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai komunitas Blogger yang terhimpun dalam antara lain: Blogger Detik, Blogger Reporter, Emak-emak Blogger, Blogger Bogor, Bunderan HI, Komunitas Teknologi Informasi, Kartunet, Blogger Family, Kopdar Jakarta, Blogger Benteng, Blogger Bekasi, Internet Sehat, Bengawan, Komunitas ITJ, Komunitas Bicara Film, Blogger IPB, Ikatan Duta Budaya dan Pariwisata Indonesia, dan lainnya.
Selain lomba live tweet kali ini ASEAN Blogger Community Chapter Indonesia menyelenggarakan Lomba Penulisan berkerjasama dengan Taman Impian Jaya Ancol. Lomba Penulisan Blog kali ini berthema: Peran Blogger Indonesia Dalam Sosialisasi Potensi Budaya dan Wisata di Kawasan ASEAN
Ketentuan Lomba :
Waktu pelaksanaan lomba blog ASEAN Blogger dimulai 13 Oktober 2012 ditutup pada tanggal 13 November 2012.
Pemenang akan diumumkan tanggal 20 November 2012 secara resmi di http://aseanblogger.com.
Peserta lomba dilakukan dengan menuliskan url atau link dari judul postingan pada kolom komentar.
Tulisan bebas dan original, ulasan yang dilengkapi foto akan mendapatkana nilai lebih.
Lomba Penulisan Blog ini akan diambil tiga pemenang yang berhak atas uang tunai, handphone dan modem.
Keputusan juri tidak bisa diganggu gugat.
Karakter Dosen berdasarkan Model Slide Presentasi Kuliah
Mumpung masih suasana UTS, nanda mau bikin postingan tentang karakter dosen berdasarkan model slide presentasi kuliah. Oh ya, tapi sebelum posting, disini nanda ga ada niat ngehina dosen loh ya, hehe. Oke langsung aja
1. Dosen Narsis: Biasanya slide Presentasi yang beliau bikin banyak foto pribadi atau keluarga, dan biasanya lagi fotonya itu pas lagi di tempat-tempat oke di Indo bahkan luar negeri.
2. Dosen iseng: Biasanya beliau bikin slide pake bahasa inggris, tujuannya buat ngedorong mahasiswanya belajar bahasa inggris, tapi kenyataannya duit mahasiswa abis buat pulsa modem karna slidenya di translate lewat google translate
3. Dosen yang mempertimbangkan efisiensi waktu: slidenya padet ama tulisan semua, kayak di co-past dari word, biasanya bikin slide kayak gini ga nyampe sejam, hehe
4. Dosen idaman mahasiswa: Biasanya beliau bikin slidenya terlalu ringkas dan dikit. Tentu aja mahasiswa pada seneng, karna pas ujian yang dihapalin ga banyak
5. Dosen yang tertutup ama perubahan: Banyak dosen yang bikin tema slidenya konsisten dari awal sampai akhir semester, ga berubah-ubah, hoho
6. Dosen sayang sama mahasiswa: Biasanya beliau bikin tema slide yang unyu-unyu, sparkling, ada kartunnya, biar mahasiswanya seneng liat slide dan ga ngobrol ama temen sebelahnya trus merhatiin dosen.
6. Dosen puitis: Biasanya dalam satu slide beliau ngomongnya berjam-jam, padahal slidenya masih banyak, jadinya slide-slide terakhir ditutup dengan 'Ya, yg ini bisa dibaca sendiri' -.-a
7. Dosen rese: Biasanya beliau bikin slidenya pake background gelap trus dikasih dalam bentuk PDF ke mahasiswanya. Jadi, kalo mau ngeprint sendiri mahasiswa harus ngeluarin banyak duit karna abang tempat printer pasti matok harga mahal karna tintanya abis banyak. Atau kadang udah dikasih hardcopynya tapi tetep aja kalo difotokopi bayarnya mahal -__-"
8. Dosen kreatif: Buat sebagian orang yang punya kecerdasan visual, slide yang banyak ilustrasi gambarnya ngebantu banget buat belajar. Daan, visualiasi gambar itu rumit dan butuh kreatifitas.
9. Dosen Rese pangkat Jendral: Ga ada slide langsung ujian aja.
Oke, segitu aja yah. Diatas cuma becandaan aja, ga ada maksud melecehkan sama sekali. karena gimanapun tipe slide yang dibikin ama dosen kita. Menurut informasi dari Dirjen Dikti, Dosen adalah sumberdaya penting dalam regulasi kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi, eaaaa :D
Label:
Dosen,
IPB,
Joke,
Lecture,
Presentation
Sabtu, 27 Oktober 2012
Frankenweenie
Jangan tertipu ya ama poster filmnya yang rada nyeremin, soalnya ini filmnya menurut nanda ga serem sama sekali kok, malah mengharukan banget. Oh ya, nanda certain dari awal yah, ini filmnya item putih loh, total dari awal ampe akhir, jadi pas nonton berasa jadi generasi jaman penjajahan, filmnya item putih, hehe.
Film ini nyeritain tentang persahabatan seorang anak elementary school namanya victor dan anjingnya sparky. Suatu hari si sparky mati ketabrak mobil ampe badannya ancur, dan si victor sedih banget karna sahabatnya mati. Beberapa hari kemudian, guru sains di sekolah victor ngejelasin tentang hewan yang udah mati, tapi ototnya masih bisa ngasih respon ke energi yang dialirkan ke hewan itu. Nah, si victor yang tergila-gila ama sains ini akhirnya nekat ngegali kuburan si sparky dan bikin eksperimen sampe akhirnya si sparky bisa idup lagi lewat kejutan listrik yang dari petir. Tapi, karna takut, si victor ngerahasiain keberadaan si sparky yang idup lagi. Tapi sayangnya, ketahuan ama temennya yang ternyata ember jugaa, walaaahh. Cerita punya cerita, si sparky yang idup lagi lewat eksperimen transmisi energi petir ini jadi cambukan buat temen-temen victor yang kebetulan waktu itu lagi sama-sama bersaing buat menangin pekan sains.
Mulailah temen-temen si victor ngebongkar ruang kerja victor dan ngeliat prinsip kerjanya si victor. Karna penasaran, mereka juga nyoba ngidupin hewan yang udah mati dengan cara yang lebih ekstrem dari victor. Daaaaaann mereka udah bikin keonaran karna hewan-hewan yang diidupin ini malah jadi ganas dan ngerusak kota New Holland. Tapi, karna si victor ini pinter, keganasan hewan-hewan tetep bisa diatasi bro, hehe. Tapi sayangnya, karna berantem ama kelelawar jadi-jadian itu, si sparky yang tadi idup jadinya mati lagi. Si victor sedih banget, tapi untungnya pas nyoba ngidupin sparky lagi, dia berhasil.
Nah, hikmah cerita yang pengen nanda share disini adalah perkataan si guru sains victor yang dipecat karna terlalu pinter, pak guru yang namanya belibet itu bilang gini ‘banyak orang yang tidak menyukai sains karna pertanyaannya, mereka hanya menyukai hasil dari sains itu. Maka jika kamu bertanya, kamu adalah saintis.’ Nanda jadi inget tentang materi Metode Penelitian Keluarga semester kemaren, karna ternyata, sains yang masiv itu berasal dari pertanyaan kecil dan sederhana. Misalnya, kenapa lubang kuping itu sering kotor padahal kecil, pertanyaan itu akhirnya menelurkan penemuan cotton buds yang ngebantu kita ngebersihin kuping meski lubang kuping kita kecil. Nah satu lagi yang nanda suka kata pak guru, jangan terburu-buru ketika melakukan suatu percobaan sains, lakukanlah dari hati. Ini yang bikin nanda semangat buat mikirin penelitian dan tugas akhir nanda, karna nanda yakin, dengan kesepenuh hatian, semuanya bisa terjadi dengan sempurnya. Karna, bukan hasil yang mengajarkan kita, tapi proses untuk mengembangkan sainsnya lah yang memberikan kita pelajaran.
Label:
21 Cineplex,
Frankenweenie,
Movie,
Sains itu Cerdas
Langganan:
Postingan (Atom)
