Selasa, 11 Januari 2011

Cara Kerja Molto Ultra Sekali Bilas

Buat yang rajin nyuci, pasti kenal ama yang namanya molto ultra sekali bilas, pelembut pakaian yang bisa menghilangkan busa hanya dalam sekali bilas. ini merupakan salah satu terobosan dari PT. Unilever mengingat pentingnya penghematan terhadap sumberdaya dan bahayanya deterjen bagi lingkungan akuatik.

Deterjen adalah senyawa garam dari asam-asam lemak tinggi, seperti natrium stearat, C17H35COO-Na+. Aksi pencucian dari sabun banyak dihasilkan dari kekuatan pengemulsian dan kemampuan menurunkan tegangan permukaan dari air. Konsep ini dapat dipahami dengan mengingat kedua sifat dari ion sabun. Suatu gambaran dari stearat terdiri dari ion karboksil sebagai “kepala” dengan hidrokarbon yang panjang sebagai “ekor“.
Dengan adanya minyak, lemak dan bahan organik tidak larut dalam air lainnya, kecenderungan untuk ‘ekor” dari anion melarut dalam bahan organik, sedangkan bagian “kepala” tetap tinggal dalam larutan air.Unsur kunci dari deterjen adalah bahan surfaktan atau bahan aktif permukaan yang bereaksi dalam menjadikan air menjadi basah (wet) dan sebagai bahan pencuci yang lebih baik. Surfaktan terkonsentrasi pada batas permukaan antara air dengan gas (udara), padatan-padatan (debu) dan cairan-cairan yang tidak dapat bercampur (minyak). Hal ini terjadi karena struktur “Amphiphilic” yang berarti bagian yang satu dari molekul adalah suatu yang bersifat polar atau gugus ionik (sebagai kepala) dengan afinitas yang kuat untuk air dan bagian lainnya suatu hidrokarbon (sebagai ekor) yang tidak suka air.

Senyawa ini suatu surfaktan alkil sulfat, suatu jenis yang banyak digunakan untuk berbagai keperluan seperti shampo, kosmetik, pembersih, dan loundry. Sampai tahun 1960-an sufaktan yang paling umum digunakan adalah Alkil Benzen Sulfonat(ABS). ABS suatu produk derivat alkil benzen. ABS sangat tidak menguntungkan karena ternyata sangat lambat terurai oleh bakteri pengurai disebabkan oleh adanya rantai bercabang pada strukturnya. Oleh kerena itu ABS kemudian digantikan oleh surfaktan yang dapat dibiodegradasi yang dikenal dengan Linier Alkil Sulfonat (LAS). Sejak LAS menggantikan ABS dalam deterjen masalah-masalah yang timbul seperti penutupan permukaan air oleh gumpalan busa dapat dihilangkan dan toksinitasnya terhadap ikan di air telah banyak dikurangi.

Sampah dan buangan-buangan kotoran dari rumah tangga, pertanian dan pabrik/industri dapat mengurangi kadar oksigen dalam air yang dibutuhkan oleh kehidupan dalam air. Di bawah pengaruh bakteri anaerob senyawa organik akan terurai dan menghasilkan gas-gas NH3 dan H2S dengan bau busuknya. Penguraian senyawa-senyawa organik juga akan menghasilkan gas-gas beracun dan bakteri-bakteri patogen yang akan mengganggu kesehatan air.

Ditergen tidak dapat diuraikan oleh organisme lain kecuali oleh ganggang hijau dan yang tidak sempat diuraikan ini akan menimbulkan pencemaran air. Senyawa-senyawa organik seperti pestisida (DDT, dikhloro difenol trikhlor metana), juga merupakan bahan pencemar air. Sisa-sisa penggunaan pestisida yang berlebihan akan terbawa aliran air pertanian dan akan masuk ke dalam rantai makanan dan masuk dalam jaringan tubuh makhluk yang memakan makanan itu.

Bayangkan saja kalau limbah deterjen semakin banyak sehingga organisme air tidak sanggup lagi untuk memakan limbah tersebut. Maka dari itu, inovasi dari unilever adalah salah satu solving kita mengatasi masalah lingkungan ini. Coba perhatikan kemasan Molto Ultra Sekali Bilas, di bagian belakang kanan bawah, tertera tulisan 'bahan aktif: kwartener amonium klorida 10%'. Ammonium Klorida terbentuk melalui reaksi antara amonia (NH4) dan hidroklorida (HCl), melalui reaksi: NH4Cl → NH3 + HCl.
Amonium Klorida larut didalam air dan menjadi asam, sifat asam inilah yang memutuskan reaksi antar molekul deterjen sehingga deterjen tidak lagi bekerja sebagaimana mestinya, tidak berbusa. Ingat, deterjen bersifat basa, ketika bereaksi dengan larutan asam konsentrasinya akan berubah.

Beberapa negara mengenal amonium klorida sebagai sal amoniak. Dalam bidang tekstil, amonium klorida digunakan untuk pencelupan, penyamakan, dan membuat bahan kapas menjadi cerah. Selain itu, amonium klorida juga dapat digunakan dalam obat batuk dan membuat biskuit menjadi renyah. Amonium klorida juga digunakan untuk memadamkan api.

1 komentar:

  1. Mau tanya, molto sekali bilas itu hanya menghilangkan busa atau menghilangkan kotoran? Ada hubungannya dgn bersuci (thaharah)..

    BalasHapus